Pameran JSDA

JSDA 2018: Inilah Para Pemenang Kompetisi Membuat Cenderamata Khas Jakarta

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta mengumumkan lima pemenang dari kompetisi Jakarta Souvenir Design Award (JSDA) 2018. Apresiasi untuk para pemenang tersebut langsung diberikan oleh Ketua Dekranasda DKI Jakarta, Fery Farhati dan Gubernur
DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Awarding Night (01/12/18) yang bertempat di Jakarta Creative Hub.

Fery Farhati menuturkan, “Saya ucapkan selamat untuk lima pemenang yang akan segera diumumkan. Selamat juga untuk keduapuluh finalis yang telah berjuang sampai hari ini. Melalui ajang JSDA ini, kita semua berharap Dekranasda DKI Jakarta dapat menjadi sumber rujukan wisatawan lokal maupun mancanegara dalam mencari produk cenderamata berkualitas khas Ibukota Jakarta”.

Setelah juri melakukan penilaian, adapun pemenang JSDA 2018 sebagai berikut:

1. Juara I, Alif Quita Napianti (nilai 599), hasil karya Buku Kain “Jaka dan Arta”
2. Juara II, Pradnya Chinda (nilai 554), hasil karya “Elang Bondol Rajut”
3. Juara III, Tiara Sharifa (nilai 510), hasil karya busana batik dan scarf “Monas Bunga tapak Dara”
4. Favorite I, Indra Permana K (nilai 472), hasil karya Souvenir Jakarta “Bemo dan Bajaj”
5. Favorite II, Dini Aulia (nilai 443), hasil karya Permainan “Ngelancong Jakarta”

Kelima Pemenang Lomba (Juara 1, 2, dan 3 serta 2 pemenang Favorit) tersebut mendapatkan total hadiah sejumlah Rp80.000.000,- (termasuk pajak). Hasil karya peserta JSDA 2018 merupakan hak milik Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi DKI Jakarta selaku penyelenggaraan kompetisi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan turut mengucapkan selamat kepada pemenang, beliau juga menuturkan “Kita jadikan souvenir Jakarta
jadi kebanggan Indonesia dan menempati ruang-ruang penting di Dunia”.

Diikuti oleh 106 peserta, para juri JSDA 2018 memilih 20 (dua puluh) finalis untuk bersaing mempresentasikan karyanya di depan dewan juri. Beberapa produk yang dibuat di antaranya hiasan/pajangan, tas jinjing, peralatan makan, media penyimpanan, sampai dengan
mainan edukatif yang semuanya dibalut dengan desain dan motif khas Jakarta. Beberapa budaya, flora, dan fauna yang diaplikasikan pada produk yang dibuat peserta di antaranya Elang Bondol, Ondel-Ondel, Salak Condet, Bajaj, sampai dengan Roti Buaya. Semua hasil karya finalis dipamerkan terbuka untuk masyarakat di Jakarta Creative Hub pada 28 November - 1 Desember 2018 yang baru
lalu.

Proses penilaian 20 finalis dilakukan oleh 7 (tujuh) dewan juri yang kompeten di bidangnya. Di antaranya Pincky Sudarman
(CEO Alun Alun Indonesia), Maya Suharnoko (Pecinta budaya), Teddy Ichsan Arifin (Creative Director TCA Group), Pratiwi Astar (Pendiri Emerson Asia Pacific), Erwin Alfian (Dosen UMN jurusan Desain Komunikasi Visual), Euis Saedah (Sekjen Dekranas), dan Abang Edwin Syarif Agustin (Aliansi Desain Produk Industri Indonesia). Pemenang dipilih berdasarkan desain yang otentik dan kekinian, menggunakan 70% TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), mampu menyampaikan pesan gambaran keberagaman budaya Jakarta, mudah dibawa, mudah diproduksi dan ramah

lingkungan.



0 0
Feed